Sebanyak 60.000 Suporter Inggris Akan Penuhi Stadion Wembley

Sebanyak 60.000 Suporter Inggris Akan Penuhi Stadion Wembley

Sebanyak 60.000 suporter Inggris akan penuhi Stadion Wembley
Ribuan suporter inggris saat menghadiri Piala Dunia 2018 - (Reuters)

Ketika para pemain Inggris bangun pagi-pagi pada hari kamis, pulang ke tempat latihan mereka disebuah pelosok perkampungan mereka di St.Georges Park, mereka masih mengenang bekas selebrasi liar dari kesuksesan di semifinal Euro 2020 saat mengalahkan Denmark di Wembley.

Sebaliknya sampah-sampah dari bekas pesta perayaan di seluruh pelosok negeri dibersihkan hingga pagi hari, The Three Lions akan menyambut tantangan nyata yang lebih besar lagi. (Prediksi Final Euro 2020 Italia vs Inggris, baca disini)

Untuk semua luapan kebahagiaan, kemeriahan, dan para pecinta bola termasuk imbauan dari seorang pengamat untuk dijadikan sebagai hari cuti bersama, Inggris sebenarnya belum mendapatkan apa-apa.

Pada kenyataannya, peristiwa yang menjadi jargon pada periode ini adalah mereka akan datang lagi ke Stadion Wembley untuk melakukan pertarungan lain di final melawan Italia.

"Hari ini semua orang sedang bergembira. Tapi sekarang kami akan bertemu dengan pasukannya Roberto Mancini, salah satu tim yang paling tangguh di dunia sepak bola saat ini, itu akan lebih sulit dari tadi malam," kata Chris Waddle seorang komentator radio BBC.

Roberto Mancini tidak pernah kalah dalam 33 laga dan mencapai puncak setelah sukses mengalahkan Spanyol lewat adu penalti. Ini hanya pertunjukan kedua England di final besar tetapi akan menjadi yang ke-10 bagi Azzurri.

Bagi para pengamat, eks pemain yang tidak bisa mencapai puncak kejuaraan Eropa atau Piala Dunia selama berkarir dan para penggemar yang telah lama menantikan kegembiraan terlihat jelas pada akhir penantian mereka selama 55 tahun.

Tetapi salah satu slogan yang paling sering digunakan oleh sang manajer Gareth Southgate di kompetisi ini adalah agar anak asuhnya menciptakan riwayat sejarah mereka sendiri dan tidak terbawa penderitaan kegagalan di masa lalu.

Metode tersebut telah berhasil sejauh Three Lions telah melewati berbagai hambatan dari begitu banyaknya rintangan lainnya, menaklukan rival lama mereka Jerman di babak enam belas besar dan tidak kehilangan kepercayaan mereka bahkan disaat tertinggal dari Denmark dan kemudian menggilas mereka pada menit perpanjangan.

"Final harus segera kita dapatkan. Kami harus segera bergabung lagi, bersiap dan cepat membaik karena malam ini banyak sekali menghabiskan stamina. Italy juga demikian, tapi mereka mendapatkan waktu lebih satu hari untuk istirahat," kata pelatih brewok itu.

"Italy adalah kesebelasan yang sangat tangguh, saya sudah membayangkan itu selama beberapa tahun kebelakang. Mereka sudah memperlihatkan kinerja yang menakjubkan, di belakang mereka memiliki petarung tangguh yang telah melalui segalanya."

Tapi ada hal yang lebih banyak dari Southgate daripada sekadar klise pelatih biasa, mengambil setiap pertandingan apa adanya dan dia sangat menyadari mendatangkan emosional dari turnamen tersebut.

"Kami mempunyai tiga pertandingan yang menakjubkan saat ini. Kami telah mengatakan bahwa kami akan melahirkan sejarah sendiri bagi bangsa kami."

"Namun kelihatannya perlu sedikit waktu untuk merenung, kenangan yang kekal dari kompetisi ini untuk Inggris akan ditentukan bukan hanya dengan mengalahkan Germain, bukan juga menjebol empat gol ke gawang Ukraine atau kemenangan atas Denmark, akan tetapi dari hasil final nanti di hari Minggu,"

"Italia ingat semua perihal itu, mereka kehilangan dua pertunjukan terakhir mereka di putaran final piala eropa pada tahun 2000 dan tahun 2012 tetapi terhimpit di antaranya adalah kemenangan Piala Dunia di musim 2006 mereka".

"Setiap pendukung Azzurri dapat menghafal formasi daftar pemain Marcello Lippi dari kampanye sukses mereka di Stadion Berlin, tetapi cuma segelintir orang yang akan mengenang para pemain yang kalah dari kekalahan di final Euro."

Sebanyak 60rb pasang mata pada hari Minggu nanti akan didominasi oleh orang Inggris, sama seperti saat tim ini memenangkan satu-satunya gelar utama tertinggi mereka yaitu Piala Dunia pada tahun 1966. Daftar para pemain saat itu tidak pernah dilupakan. (Reuters)

Posting Komentar

0 Komentar